
Jakarta – Rempah-rempah bukan hanya berfungsi sebagai penyedap masakan, tetapi sebagian di antaranya juga memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Kelangkaan bahan baku, proses panen yang rumit, hingga produksi yang terbatas membuat harga beberapa rempah melambung hingga ribuan dolar.
Mengutip Times of India, berikut delapan rempah yang dikenal sebagai salah satu yang termahal di dunia beserta alasan di balik harganya yang fantastis.
1. Saffron
Saffron menempati posisi sebagai salah satu rempah paling mahal di dunia. Benang berwarna oranye keemasan ini diperoleh dari putik bunga Crocus sativus yang hanya berbunga dalam waktu singkat setiap tahunnya.
Seluruh proses pemetikan dilakukan secara manual sehingga membutuhkan banyak tenaga dan waktu. Tak heran jika harga saffron di pasar internasional dapat mencapai sekitar USD 1.000 hingga USD 5.000 atau setara Rp16 juta hingga Rp84 juta per 453 gram.
2. Serbuk sari adas
Selain umbinya, tanaman adas (fennel) juga menghasilkan serbuk sari yang bernilai tinggi. Pollen bunga adas memiliki aroma dan cita rasa yang lebih pekat dibanding bagian tanaman lainnya.
Karena ukurannya sangat kecil, proses pengumpulannya membutuhkan ketelitian tinggi. Harga rempah ini dapat mencapai sekitar USD30 atau sekitar Rp509 ribu untuk 28 gram.
3. Polong vanila
Berbeda dengan ekstrak vanila yang relatif mudah ditemukan, polong vanila asli memiliki harga jauh lebih mahal. Bahan ini dikenal memiliki aroma manis yang lembut dengan sentuhan floral dan karamel sehingga banyak digunakan dalam aneka hidangan penutup maupun minuman.
Di pasar internasional, enam hingga delapan polong vanila dapat dibanderol lebih dari USD20 atau sekitar Rp339 ribu.
4. Mahlab
Mahlab berasal dari biji pohon Prunus mahaleb yang dikeringkan lalu dihaluskan menjadi bubuk. Rempah ini populer dalam kuliner Timur Tengah dan Eropa, terutama untuk roti serta kue.
Rasanya memadukan aroma bunga dengan sedikit sentuhan manis. Karena proses pengolahannya cukup panjang, mahlab dijual sekitar USD5-6 atau sekitar Rp84 ribu hingga Rp101 ribu per 28 gram.
5. Pink peppercorn
Meski sering disebut merica merah muda, rempah ini sebenarnya merupakan buah beri kering yang berasal dari kawasan Pegunungan Andes di Peru.
Pink peppercorn memiliki rasa yang lebih ringan dibanding lada hitam, dengan sentuhan manis dan aroma buah. Rempah ini juga mengandung antioksidan dan serat. Di pasaran, harganya mencapai sekitar USD23 atau sekitar Rp390 ribu per 453 gram.
6. Long pepper
Long pepper atau Piper longum dikenal luas dalam pengobatan Ayurveda dengan nama pippali. Dibandingkan lada hitam, rempah ini memiliki rasa yang lebih kompleks karena menghadirkan kombinasi aroma kayu manis, pala, dan adas manis.
Rempah yang berasal dari buah kering tersebut dipasarkan sekitar USD5 atau sekitar Rp84 ribu untuk setiap 28 gram.
7. Biji jintan hitam
Black cumin seeds berasal dari berbagai negara seperti India Utara, Iran, Maroko, hingga Mesir. Bijinya berukuran kecil dengan cita rasa sedikit pahit dan pedas.
Dalam masakan India, rempah ini sering dimanfaatkan sebagai pelengkap acar, roti, dan aneka hidangan berbahan sayuran. Harga jualnya berkisar antara USD5 hingga USD15 atau sekitar Rp84 ribu-Rp254 ribu per 453 gram.
8. Kayu manis Ceylon
Ceylon cinnamon berasal dari Sri Lanka dan sering disebut sebagai kayu manis premium. Bentuknya lebih tipis dengan lapisan yang menggulung rapat serta memiliki rasa yang lebih lembut dibanding kayu manis biasa.
Selain dikenal karena aromanya yang khas, kayu manis Ceylon juga memiliki kandungan coumarin yang lebih rendah. Di pasar global, harganya berada di kisaran USD27-30 atau sekitar Rp458 ribu hingga Rp509 ribu per 453 gram.