
Jakarta – Menjalani program penurunan berat badan bukan berarti semua minuman selain air putih harus dihindari. Ada beberapa jenis minuman yang selama ini kerap dianggap mengganggu diet, tetapi ternyata masih dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang jika dikonsumsi dengan cara yang tepat.
Keberhasilan diet sendiri tidak hanya ditentukan oleh satu jenis makanan atau minuman. Pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, kondisi tubuh, serta jumlah kalori yang dikonsumsi juga ikut berperan.
Karena itu, memilih minuman dengan kandungan nutrisi yang sesuai dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh selama menjalani diet. Dikutip dari Eating Well, ahli gizi menyebutkan beberapa minuman yang masih bisa menjadi pilihan ketika sedang berusaha menurunkan berat badan.
1. Kopi Hitam
Pencinta kopi tidak harus langsung meninggalkan minuman favoritnya ketika sedang diet. Kopi tetap bisa dikonsumsi, terutama jika disajikan tanpa tambahan gula berlebihan.
Kopi hitam memiliki kalori yang relatif rendah. Jika ingin menambahkan rasa, penggunaan sedikit madu atau sirup maple dapat menjadi pilihan.
Bagi yang terbiasa menggunakan krimer, pilih produk dengan kandungan gula dan lemak jenuh yang lebih rendah. Dengan begitu, tambahan kalori dari secangkir kopi dapat tetap dikendalikan.
2. Sari Kedelai
Sari kedelai dapat membantu memenuhi kebutuhan protein ketika sedang mengurangi berat badan. Minuman berbahan kedelai ini juga menyediakan sejumlah vitamin, mineral, dan serat.
Ahli gizi Lauren Harris-Pincus menyebut minuman kedelai sebagai salah satu pilihan yang dapat mendukung pola makan selama program diet.
Sebaiknya pilih produk tanpa tambahan gula. Dalam satu cangkir sari kedelai, kandungannya dapat mencapai sekitar 7 gram protein dengan sekitar 80 kalori, tergantung produknya.
3. Susu Sapi
Susu sapi, khususnya susu dengan kandungan lemak lebih tinggi, sering kali dihindari oleh orang yang sedang diet karena dianggap mengandung banyak kalori.
Padahal, susu menyediakan protein berkualitas tinggi yang dapat membantu mempertahankan massa otot. Hal ini penting karena menjaga massa otot menjadi salah satu bagian dari upaya menurunkan berat badan dengan sehat.
Ahli gizi Sarah Koszyk menjelaskan bahwa protein dalam susu, termasuk leusin, dapat mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan otot.
Sejumlah penelitian juga menemukan hubungan antara konsumsi susu sapi dengan berat badan dan indeks massa tubuh yang lebih rendah. Namun, kebutuhan setiap orang berbeda sehingga porsinya tetap perlu disesuaikan.
4. Jus Delima
Jus buah memang sering mendapatkan reputasi buruk dalam program diet karena kandungan gulanya. Namun, masalah utamanya biasanya terdapat pada jus kemasan yang mendapat tambahan gula.
Jus delima 100 persen tanpa tambahan gula bisa menjadi pilihan lain. Selain membantu memenuhi kebutuhan cairan, delima mengandung berbagai senyawa antioksidan, termasuk polifenol.
Sejumlah penelitian mengaitkan konsumsi delima dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk terhadap berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, dan kesehatan jantung.
Meski begitu, jus tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah wajar karena kandungan gula alaminya tetap menyumbang kalori.
5. Diet Soda
Bagi orang yang sedang mengurangi konsumsi minuman bersoda biasa, diet soda dapat menjadi salah satu pilihan peralihan. Minuman jenis ini umumnya memiliki kandungan kalori dan gula lebih rendah dibandingkan soda biasa.
Lauren Harris-Pincus menyarankan agar diet soda dikonsumsi secukupnya, bukan menjadi minuman utama sepanjang hari.
Jika kebiasaan minum soda manis sudah mulai berkurang, pilihan yang lebih sederhana seperti sparkling water atau infused water dapat dicoba.
Bukan Berarti Bebas Minum Sesuka Hati
Meskipun kelima minuman tersebut masih dapat masuk dalam pola makan saat diet, cara mengonsumsinya tetap penting. Tambahan gula, sirup, krimer, atau bahan tinggi kalori lainnya dapat membuat minuman yang awalnya relatif rendah kalori berubah menjadi lebih tinggi kalori.
Karena itu, jangan hanya memperhatikan jenis minumannya. Perhatikan pula kandungan gula, ukuran porsi, serta bahan tambahan yang digunakan.
Pada akhirnya, air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan. Sementara minuman lainnya dapat dikonsumsi sebagai pelengkap selama porsinya sesuai dengan kebutuhan dan tujuan diet.