
7 Makanan Lokal Indonesia yang Kaya Nutrisi, Ada yang Disebut Superfood
Jakarta – Istilah superfood sering dikaitkan dengan makanan dari luar negeri yang harganya relatif mahal. Padahal, Indonesia memiliki beragam pangan lokal dengan kandungan nutrisi yang tak kalah menarik.
Superfood merupakan sebutan untuk makanan yang memiliki kandungan gizi tinggi dan beragam. Di dalamnya dapat terdapat protein, vitamin, mineral, serat, antioksidan, hingga senyawa bioaktif lainnya.
Biji chia, blueberry, dan salmon menjadi beberapa contoh superfood yang populer. Namun, tidak selalu harus mengandalkan bahan impor untuk mendapatkan makanan bernutrisi tinggi.
Sejumlah pangan yang mudah ditemukan di Indonesia juga memiliki kandungan gizi yang beragam. Dikutip dari Good News From Indonesia (GNFI), berikut beberapa makanan lokal yang disebut memiliki karakteristik superfood.
1. Tempe
Tempe merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang popularitasnya telah mendunia. Makanan berbahan dasar kedelai yang difermentasi ini memiliki tekstur lembut serta cita rasa khas.
Selain menjadi sumber protein, tempe mengandung isoflavon yang dikaitkan dengan berbagai manfaat bagi tubuh. Kandungan kalsiumnya juga dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang.
2. Kelor
Daun kelor cukup mudah ditemukan dan kerap dimasak menjadi sayur bening. Meski sederhana, sayuran hijau ini menyimpan berbagai zat gizi.
Kelor mengandung vitamin A, vitamin C, zat besi, serta antioksidan. Kandungan tersebut membuat kelor menjadi salah satu pangan lokal yang menarik untuk dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan bergizi.
3. Sukun
Sukun atau breadfruit memiliki daging buah berwarna putih dengan tekstur empuk dan rasa yang cenderung manis. Buah ini dapat diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari gorengan hingga keripik dan kolak.
Tidak hanya mengenyangkan, sukun juga mengandung protein nabati dan antioksidan. Buah ini bahkan pernah mendapat julukan sebagai buah ajaib oleh masyarakat Eropa pada sekitar abad ke-18.
4. Ikan gabus
Indonesia juga memiliki sumber protein hewani yang tak kalah menarik, salah satunya ikan gabus. Ikan air tawar ini biasa digunakan dalam berbagai masakan daerah, termasuk pempek, gulai, dan gabus pucung.
Dalam setiap 100 gram ikan gabus, kandungan proteinnya dapat mencapai sekitar 16 gram. Konsumsi ikan ini juga disebut memiliki potensi dalam membantu mengurangi nyeri dan peradangan.
5. Manggis
Manggis dikenal sebagai salah satu buah tropis yang banyak tumbuh di Indonesia. Di balik rasa manis dan sedikit asamnya, buah ini mengandung senyawa xanthone.
Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan dan disebut berkaitan dengan perlindungan terhadap berbagai gangguan kesehatan, termasuk penyakit kardiovaskular. Kandungan antioksidannya juga berperan dalam membantu menangkal radikal bebas.
Menariknya, bukan hanya daging buah yang dimanfaatkan. Kulit manggis juga kerap diolah menjadi ekstrak.
6. Ketan hitam
Ketan hitam tidak hanya populer sebagai bahan bubur, bolu, dan aneka kue tradisional. Bahan pangan berwarna gelap ini juga memiliki kandungan nutrisi yang cukup beragam.
Ketan hitam diketahui mengandung antosianin dalam jumlah tinggi, bahkan disebut sekitar enam kali lebih banyak dibandingkan beras cokelat atau putih. Selain antioksidan tersebut, ketan hitam juga menyediakan serat dan protein.
Kandungan nutrisinya membuat bahan pangan ini dikaitkan dengan manfaat untuk membantu menjaga kesehatan jantung dan mengontrol kadar gula darah.
7. Salak
Buah dengan kulit bersisik ini menjadi salah satu buah tropis yang identik dengan Indonesia. Salak memiliki rasa manis dan tekstur yang khas, serta dapat dikonsumsi secara langsung maupun diolah menjadi berbagai produk pangan.
Dari sisi kandungan gizi, salak menyediakan vitamin C, flavonoid, dan antioksidan. Konsumsinya juga dikaitkan dengan sejumlah manfaat, seperti membantu menjaga kesehatan pencernaan, mendukung pengendalian gula darah, serta menunjang sistem kekebalan tubuh.
Superfood Tak Harus Mahal
Beragam makanan tersebut menunjukkan bahwa pangan bernutrisi tinggi tidak selalu berasal dari luar negeri atau memiliki harga yang mahal. Tempe, kelor, sukun, ikan gabus, manggis, ketan hitam, dan salak merupakan contoh bahan pangan lokal yang relatif mudah ditemukan.
Dengan mengombinasikan berbagai sumber pangan tersebut dalam menu sehari-hari, kebutuhan tubuh akan beragam zat gizi dapat lebih mudah terpenuhi.