
Jakarta – Telur termasuk bahan makanan yang praktis sekaligus kaya protein, sehingga cocok dijadikan menu sarapan. Agar hidangan lebih lengkap, telur bisa disandingkan dengan sayuran, sumber karbohidrat kompleks, hingga makanan fermentasi.
Satu butir telur menyediakan protein berkualitas serta sejumlah nutrisi seperti kolin, vitamin, mineral, dan lemak. Namun, telur bukan berarti harus dikonsumsi sendirian untuk mendapatkan manfaat tersebut.
Menambahkan bahan makanan lain justru dapat membuat menu menjadi lebih beragam. Sayuran misalnya, dapat menyumbangkan serat dan vitamin, sementara sumber karbohidrat kompleks membantu menyediakan energi.
Dilansir dari Times of India, berikut sejumlah makanan yang dapat dipadukan dengan telur untuk membuat menu harian lebih seimbang.
1. Alpukat
Alpukat memiliki kandungan lemak tak jenuh yang dapat menjadi pelengkap protein dari telur. Kombinasi keduanya juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama.
Keduanya bisa disajikan sebagai isian roti gandum, topping telur rebus, atau dijadikan bagian dari menu sarapan sederhana.
2. Tomat
Tomat menjadi pasangan yang mudah ditemukan untuk hidangan telur. Buah ini mengandung likopen, yaitu senyawa antioksidan yang banyak dikaitkan dengan kesehatan tubuh.
Kandungan lemak dalam telur juga dapat membantu penyerapan senyawa yang larut dalam lemak seperti likopen. Telur orak-arik dengan tomat atau omelet sayuran bisa menjadi salah satu pilihan menu.
3. Sayuran Hijau
Bayam, kale, dan berbagai sayuran berdaun hijau dapat membuat hidangan telur lebih kaya serat.
Selain serat, sayuran tersebut menyediakan berbagai vitamin dan mineral. Beberapa vitamin yang larut dalam lemak juga dapat diserap bersama makanan yang mengandung lemak, termasuk telur.
Tambahkan sayuran hijau ke dalam omelet atau telur dadar agar porsi sayuran dalam menu harian ikut bertambah.
4. Gandum Utuh
Telur memang kaya protein, tetapi kandungan karbohidratnya sangat rendah. Karena itu, menambahkan sumber karbohidrat kompleks dapat membuat sarapan lebih lengkap.
Roti gandum utuh, oat, millet, atau produk serealia utuh lainnya dapat menjadi pilihan. Kandungan seratnya membantu memberikan rasa kenyang dan membuat asupan energi menjadi lebih seimbang.
5. Jamur
Jamur dapat menjadi tambahan sederhana untuk telur sekaligus memberikan tekstur yang lebih menarik.
Beberapa jenis jamur mengandung vitamin D, meski jumlahnya dapat berbeda tergantung jenis dan cara produksinya. Jamur juga menyediakan berbagai vitamin, mineral, serta senyawa bioaktif.
Cukup tumis jamur sebentar kemudian campurkan ke dalam telur dadar atau telur orak-arik.
6. Yogurt
Tidak semua makanan pendamping telur harus dimasak bersama. Yogurt dapat disajikan sebagai makanan tambahan dalam menu sarapan.
Yogurt menyediakan protein dan, pada produk tertentu, kultur hidup yang dapat mendukung kesehatan pencernaan. Pilih yogurt tanpa atau rendah gula tambahan agar menu tetap seimbang.
Telur dapat disantap bersama roti gandum dan buah, kemudian yogurt dijadikan pelengkap.
7. Bawang
Bawang merah maupun bawang bombai dapat meningkatkan aroma dan rasa masakan telur. Selain itu, kelompok bawang mengandung berbagai senyawa tumbuhan seperti flavonoid dan senyawa sulfur.
Bawang dapat ditumis terlebih dahulu sebelum dicampurkan ke telur. Cara sederhana ini membuat hidangan lebih kaya rasa sekaligus menambah variasi bahan makanan.
Kombinasikan telur dengan menu yang beragam
Telur sudah menjadi sumber protein yang baik, tetapi pola makan yang sehat tidak bergantung pada satu jenis makanan saja.
Memadukannya dengan sayuran, buah, sumber karbohidrat utuh, dan makanan lain yang kaya nutrisi dapat membantu menciptakan menu yang lebih beragam dan seimbang.
Jadi, tidak perlu terpaku pada satu resep. Telur bisa dikombinasikan dengan tomat dan bayam, disajikan bersama roti gandum dan alpukat, atau dilengkapi yogurt serta buah. Dengan begitu, sarapan tetap praktis tetapi kandungan nutrisinya lebih beragam.