
Jakarta – Paprika dikenal dengan warna-warninya yang cerah, mulai dari hijau hingga merah. Meski berasal dari tanaman yang sama, setiap warna memiliki kandungan nutrisi dan cita rasa berbeda sesuai tingkat kematangannya. Lantas, warna paprika mana yang paling unggul untuk kesehatan?
Menurut penjelasan HuffPost, perbedaan warna paprika bukan berasal dari jenis tanaman yang berbeda, melainkan karena waktu panennya. Semakin matang paprika, semakin tinggi pula kandungan beberapa vitamin dan antioksidannya.
Berikut perbedaan manfaat paprika berdasarkan warnanya:
1. Paprika hijau
Paprika hijau merupakan paprika yang dipanen paling awal sehingga belum matang sepenuhnya. Karena itu, rasanya lebih segar dengan sedikit pahit dibandingkan warna lainnya.
Ahli gizi Ginger Hultin menjelaskan bahwa warna hijau berasal dari klorofil. Seiring proses pematangan, klorofil akan berkurang dan digantikan oleh karotenoid yang memberi warna kuning, oranye, hingga merah.
Meski kandungan antioksidan dan vitaminnya belum sebanyak paprika matang, paprika hijau tetap rendah kalori dan kaya serat. Teksturnya yang kokoh membuatnya cocok ditumis atau dipanggang.
2. Paprika kuning
Saat memasuki tahap kuning, rasa pahit mulai berkurang dan berubah menjadi lebih manis. Pada fase ini kandungan nutrisinya juga meningkat dibandingkan paprika hijau.
Paprika kuning mengandung lebih banyak antioksidan dan vitamin, sehingga cocok disantap mentah sebagai campuran salad maupun dimasak sebagai pelengkap berbagai hidangan.
3. Paprika oranye
Paprika oranye merupakan tahap berikutnya sebelum berubah menjadi merah. Rasanya semakin manis, tetapi tetap memiliki tekstur renyah.
Selain kaya vitamin, paprika oranye juga mengandung lebih banyak karotenoid dibandingkan paprika hijau dan kuning. Jenis ini cocok bagi yang menginginkan rasa manis alami tanpa sekuat paprika merah.
4. Paprika merah
Paprika merah merupakan paprika yang matang sempurna sekaligus memiliki kandungan gizi paling tinggi.
Menurut ahli gizi Kara Lydon, paprika merah mengandung vitamin C, vitamin A, dan antioksidan paling banyak karena memiliki waktu pematangan paling lama.
Pendapat serupa disampaikan Maggie Michalczyk yang menyebut urutan kandungan nutrisi umumnya dimulai dari paprika merah, kemudian oranye, kuning, dan terakhir hijau.
Rasa paprika merah juga paling manis dan teksturnya lebih lembut, sehingga cocok dimakan langsung, dijadikan salad, atau camilan sehat.
Meski paprika merah dinilai paling kaya nutrisi, seluruh warna paprika tetap memberikan manfaat bagi kesehatan. Masing-masing memiliki komposisi antioksidan yang berbeda sehingga mengonsumsi paprika dengan beragam warna dapat membantu melengkapi asupan nutrisi harian.