
Jakarta – Rebusan jahe dan sereh kerap dijadikan minuman herbal karena memberikan sensasi hangat dengan aroma yang menenangkan. Cara membuatnya pun sederhana, cukup merebus jahe dan beberapa batang sereh menggunakan air.
Minuman tersebut dapat dinikmati tanpa tambahan pemanis. Namun, jika ingin rasa yang lebih manis, madu atau sedikit gula batu bisa ditambahkan sesuai selera.
Di balik popularitasnya sebagai minuman herbal, jahe dan sereh memang memiliki sejumlah kandungan yang berpotensi memberikan manfaat bagi tubuh. Meski begitu, bukan berarti minuman ini bebas dari risiko, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.
Dikutip dari Everyday Health, kombinasi jahe dan sereh dikaitkan dengan potensi membantu meredakan mual, peradangan, serta rasa nyeri. Keduanya juga memiliki aktivitas antimikroba. Namun, penting dicatat bahwa banyak penelitian menggunakan ekstrak atau minyak esensial dengan konsentrasi tinggi, bukan rebusan seperti yang biasa diminum sehari-hari.
Manfaat Jahe
Jahe telah lama digunakan sebagai bahan alami untuk membantu mengatasi mual dan muntah. Tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients terhadap sejumlah uji klinis menemukan bahwa jahe berpotensi membantu mengurangi mual dan muntah, termasuk yang berkaitan dengan kehamilan.
Bahan herbal ini juga disebut dapat membantu meredakan gangguan pada perut serta memengaruhi proses pengosongan lambung.
Selain itu, penelitian laboratorium menunjukkan adanya aktivitas jahe terhadap beberapa jenis bakteri, jamur, dan virus. Sejumlah penelitian juga sedang melihat potensi jahe dalam membantu menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Ada pula penelitian yang mengamati kemungkinan manfaat jahe terhadap beberapa jenis kanker. Namun, bukti yang tersedia masih belum cukup untuk menyimpulkan bahwa konsumsi jahe dapat mencegah atau mengobati kanker pada manusia.
Khasiat Sereh
Sereh tidak hanya memberikan aroma khas pada minuman, tetapi juga mengandung senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri, antijamur, antivirus, dan antiinflamasi dalam sejumlah penelitian.
Tinjauan yang diterbitkan dalam jurnal Biology juga menunjukkan adanya potensi efek antihipertensi dari sereh. Artinya, tanaman ini sedang diteliti karena kemungkinan perannya dalam membantu menjaga tekanan darah.
Potensi sereh terhadap kanker juga pernah diteliti. Dalam tinjauan di jurnal Pharmaceuticals, ekstrak dan minyak atsiri sereh menunjukkan aktivitas yang berpotensi menghambat beberapa jenis sel kanker.
Meski hasil penelitian tersebut menarik, sebagian besar bukti masih berasal dari penelitian laboratorium atau hewan. Penelitian pada manusia juga banyak menggunakan ekstrak atau minyak atsiri, bukan air rebusan sereh biasa. Karena itu, manfaatnya tidak bisa langsung disamakan.
Waspadai Efek Sampingnya
Meski dibuat dari bahan alami, jahe dan sereh tetap dapat menimbulkan efek tertentu pada sebagian orang.
Konsumsi jahe dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan keluhan seperti rasa panas di dada, perut tidak nyaman, atau kembung. Jahe juga berpotensi berinteraksi dengan obat tertentu, termasuk obat pengencer darah dan obat yang memengaruhi kadar gula darah.
Sementara itu, konsumsi sereh secara berlebihan dapat menyebabkan beberapa keluhan seperti pusing, mulut kering, mengantuk, lebih sering buang air kecil, hingga peningkatan nafsu makan. Konsumsi dalam jumlah berlebihan juga perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi fungsi ginjal.
Karena itu, rebusan jahe dan sereh sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti pengobatan medis. Jika ingin mengonsumsinya secara rutin, terutama bagi ibu hamil, orang dengan kondisi kesehatan tertentu, atau mereka yang sedang menjalani pengobatan, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
Pada dasarnya, rebusan jahe dan sereh dapat menjadi pilihan minuman hangat yang menyegarkan. Namun, manfaat kesehatan yang diklaim tetap perlu dilihat secara proporsional karena bukti ilmiah untuk bentuk rebusan masih terbatas dibandingkan penelitian menggunakan ekstrak atau minyak esensial.