
Jakarta – Kopi tak hanya menjadi minuman favorit untuk mengusir kantuk, tetapi juga dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan. Namun, manfaat tersebut ternyata sangat dipengaruhi oleh cara penyajian serta jumlah kopi yang dikonsumsi setiap hari.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition menemukan bahwa pola konsumsi kopi tertentu berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa bukan hanya kopi itu sendiri yang penting, tetapi juga bahan tambahan yang digunakan.
Mengutip Prevention, penelitian tersebut melibatkan lebih dari 46.000 orang dewasa di Amerika Serikat yang dipantau selama hampir satu dekade. Para peneliti mengumpulkan informasi mengenai kebiasaan minum kopi peserta, termasuk jenis kopi yang dikonsumsi, penggunaan gula, susu, maupun krimer.
Selanjutnya, data tersebut dibandingkan dengan National Death Index untuk melihat hubungan antara kebiasaan minum kopi dan risiko kematian akibat berbagai penyebab, termasuk penyakit jantung serta kanker.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi sekitar satu hingga tiga cangkir kopi setiap hari memiliki risiko kematian lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi. Manfaat paling besar ditemukan pada mereka yang memilih kopi hitam atau kopi dengan tambahan gula dan lemak jenuh dalam jumlah sangat sedikit.
Menurut ahli saraf sekaligus anggota American College of Nutrition, Dr. David Perlmutter, manfaat kopi akan lebih optimal apabila tidak dipadukan dengan terlalu banyak gula maupun bahan tinggi lemak.
Ia menjelaskan bahwa secangkir kopi yang mengandung kurang dari 2,5 gram gula dan di bawah satu gram lemak jenuh dikaitkan dengan penurunan risiko kematian hingga sekitar 14 persen dibandingkan orang yang tidak mengonsumsi kopi sama sekali.
Sebaliknya, kebiasaan menambahkan banyak gula, sirup, krimer, atau bahan pemanis lain justru dapat mengurangi manfaat alami kopi. Hal ini menjadi perhatian karena banyak minuman kopi modern mengandung gula dan lemak dalam jumlah cukup tinggi.
Secara alami, kopi mengandung berbagai senyawa bermanfaat, seperti polifenol dan asam klorogenat. Kedua antioksidan tersebut diketahui membantu melawan stres oksidatif dan peradangan yang berkaitan dengan berbagai penyakit kronis.
Meski demikian, konsumsi kopi tetap tidak boleh berlebihan. Ahli gizi jantung Michelle Routhenstein mengingatkan bahwa minum lebih dari empat cangkir kopi per hari dapat meningkatkan risiko efek samping, seperti jantung berdebar, kecemasan, tekanan darah meningkat, hingga gangguan tidur.
Ia juga menyarankan agar konsumsi kafein disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Untuk memperoleh manfaat tanpa meningkatkan risiko, para ahli merekomendasikan konsumsi sekitar tiga hingga empat cangkir kopi per hari atau setara maksimal 400 miligram kafein, dengan sedikit tambahan gula dan lemak serta menghindari minum kopi pada sore atau malam hari agar kualitas tidur tetap terjaga.