
Jakarta – Menyimpan makanan untuk disantap kembali keesokan harinya memang bisa menjadi cara praktis untuk menghemat waktu, uang, sekaligus mengurangi pemborosan. Namun, tidak semua makanan sisa aman untuk langsung dikonsumsi kembali.
Cara penyimpanan dan lamanya makanan berada di suhu ruang dapat memengaruhi keamanan pangan. Beberapa makanan bahkan menjadi tempat yang ideal bagi bakteri untuk berkembang dan menghasilkan racun.
Dilansir dari ScaredOf, berikut sejumlah makanan sisa yang perlu mendapat perhatian lebih sebelum dikonsumsi kembali.
1. Pasta yang Sudah Lama Disimpan
Pasta yang telah dimasak juga dapat mengalami masalah keamanan pangan, terutama jika terlalu lama dibiarkan pada suhu ruang.
Salah satu bakteri yang dapat ditemukan pada makanan berbahan dasar biji-bijian adalah Bacillus cereus. Bakteri tersebut mampu membentuk spora yang relatif tahan terhadap proses pemanasan.
Risiko dapat meningkat apabila pasta tidak segera didinginkan dan disimpan dengan benar. Pernah ada kasus fatal yang melibatkan seorang pria berusia 20 tahun setelah mengonsumsi spaghetti dengan saus tomat yang telah dimasak lima hari sebelumnya dan dibiarkan di dapur.
Ia kemudian mengalami sakit kepala, sakit perut, mual, dan muntah. Pemeriksaan menemukan keberadaan Bacillus cereus dalam jumlah besar pada pasta tersebut.
2. Nasi Kemarin
Nasi yang tersisa dari waktu makan sebelumnya juga perlu disimpan dengan hati-hati. Nasi matang dapat menjadi tempat berkembangnya Bacillus cereus, terutama jika dibiarkan terlalu lama dalam kondisi yang tidak sesuai.
Bakteri tersebut dapat membentuk spora yang tidak mudah dihancurkan hanya dengan memasak atau memanaskan kembali makanan.
Karena itu, nasi sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja pada suhu ruang dalam waktu lama. Setelah tidak lagi dikonsumsi, simpan nasi dengan benar untuk mengurangi risiko pertumbuhan bakteri.
3. Sayuran yang Telah Dimasak
Sayuran matang juga tidak sebaiknya dibiarkan terlalu lama di luar kulkas. Kondisi lembap pada makanan yang telah dimasak dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme tertentu.
Salah satu bakteri yang perlu diwaspadai adalah Clostridium perfringens. Bakteri ini dapat menghasilkan racun dan memiliki spora yang cukup tahan terhadap panas.
Kentang yang telah dimasak, misalnya, sebaiknya segera disimpan apabila tidak langsung disantap. Secara umum, makanan yang mudah rusak dianjurkan untuk segera didinginkan dan dimasukkan ke lemari es, bukan dibiarkan berjam-jam di suhu ruang.
4. Jamur yang Sudah Dimasak
Jamur termasuk bahan makanan yang juga perlu mendapatkan perhatian setelah melalui proses pemasakan.
Jika jamur matang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang atau tidak segera disimpan dalam lemari pendingin, perubahan pada komponen makanan dapat terjadi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas enzim maupun pertumbuhan bakteri yang dapat membuat makanan tidak lagi aman dikonsumsi.
Salah satu kasus yang pernah menjadi perhatian terjadi pada 1989 di Amerika Serikat. Saat itu, wabah keracunan makanan dikaitkan dengan jamur kalengan asal China dan bakteri stafilokokus. Hampir 100 orang dilaporkan terdampak dan sejumlah korban harus menjalani perawatan.
Pemeriksaan kemudian menemukan enterotoksin stafilokokus yang dikenal cukup tahan terhadap panas.
5. Sayuran Hijau yang Telah Dicuci
Sayuran hijau memang kaya nutrisi, tetapi proses penyimpanan setelah dicuci juga perlu diperhatikan.
Sayuran yang sudah dicuci tidak otomatis terbebas dari bakteri penyebab penyakit. Mikroorganisme seperti E. coli dapat menempel pada permukaan sayuran dan dalam kondisi tertentu sulit dihilangkan sepenuhnya.
Sayuran hijau bahkan termasuk salah satu sumber yang cukup sering dikaitkan dengan wabah penyakit akibat makanan.
Jika sayuran yang telah dicuci akan disimpan dan dikonsumsi kembali, pastikan penanganannya dilakukan dengan higienis. Sayuran juga dapat dicuci kembali sebelum diolah atau dimakan.
Perhatikan Cara Menyimpan Makanan Sisa
Menyimpan makanan untuk dikonsumsi kemudian sebenarnya tetap bisa dilakukan selama penanganannya tepat. Salah satu hal penting adalah tidak membiarkan makanan mudah rusak berada terlalu lama di suhu ruang.
Makanan sisa sebaiknya segera didinginkan dan dimasukkan ke dalam kulkas setelah tidak lagi disantap. Dengan penyimpanan yang tepat, risiko pertumbuhan bakteri dapat diminimalkan.
Jadi, jangan hanya melihat apakah makanan sisa masih terlihat atau berbau normal. Keamanan makanan juga dipengaruhi oleh jenis makanan, waktu penyimpanan, serta kondisi saat makanan tersebut disimpan.