
Jakarta – Tradisi sesajen kembali menjadi sorotan setelah daftar tarif selamatan di Gunung Kawi ramai diperbincangkan di media sosial. Di balik praktik tersebut, makanan yang digunakan sebagai sesajen ternyata tidak dipilih secara sembarangan karena masing-masing memiliki makna simbolis yang dipercaya turun-temurun.
Berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi sesajen dengan isi yang berbeda-beda. Namun, sejumlah bahan seperti ayam cemani, kelapa, kopi hitam, pisang, hingga apel cukup sering digunakan karena dianggap memiliki filosofi tertentu.
Berikut lima makanan yang umum dijadikan sesajen beserta makna yang melekat padanya.
1. Ayam Cemani
Ayam Cemani dikenal sebagai jenis ayam lokal dengan warna hitam yang mendominasi hampir seluruh bagian tubuhnya, mulai dari bulu, kulit, paruh, kaki, hingga tulang. Pada sebagian ayam, warna gelap juga tampak pada organ dalam.
Keunikan tersebut membuat Ayam Cemani kerap dikaitkan dengan berbagai tradisi dan kepercayaan masyarakat. Dalam sejumlah ritual adat, ayam ini dipercaya melambangkan kekuatan, perlindungan, serta sering dijadikan bagian dari sesajen atau simbol keberuntungan.
2. Kelapa
Kelapa merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat karena hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan, mulai dari akar hingga buahnya.
Karena sifatnya yang serbaguna, kelapa dipandang sebagai lambang kemakmuran, kelimpahan, dan kesejahteraan. Dalam berbagai upacara adat, buah ini kerap disertakan dalam sesajen sebagai simbol harapan agar kehidupan dipenuhi rezeki dan keberkahan.
3. Kopi Hitam
Selain menjadi minuman sehari-hari, kopi hitam juga memiliki tempat dalam sejumlah tradisi budaya di Indonesia.
Beberapa daerah menjadikan kopi hitam tanpa campuran sebagai bagian dari sesajen. Minuman ini dipercaya sebagai persembahan bagi arwah leluhur dalam ritual adat, sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
4. Pisang
Pisang termasuk buah yang hampir selalu hadir dalam berbagai perlengkapan sesajen. Maknanya berkaitan dengan kemakmuran, kesinambungan hidup, serta harapan akan kehidupan yang terus berkembang.
Filosofi tersebut berasal dari siklus tanaman pisang yang terus menghasilkan tunas baru. Jenis yang paling sering digunakan adalah pisang mas, sesuai kebiasaan masyarakat di sejumlah daerah.
5. Apel
Apel juga menjadi salah satu buah yang kerap digunakan dalam sesajen maupun pelengkap upacara adat dan keagamaan, termasuk pada tradisi di Bali serta perayaan Imlek.
Dalam berbagai kepercayaan, apel melambangkan doa untuk keselamatan, kedamaian, dan keberuntungan. Jenis apel yang digunakan pun beragam, mulai dari apel Fuji, apel merah, apel hijau, hingga apel Manalagi, tergantung tradisi yang berlaku di masing-masing daerah.