
Jakarta – Menjaga penglihatan tetap baik tidak hanya dilakukan dengan pemeriksaan mata secara rutin. Pola makan sehari-hari juga berperan dalam menjaga kesehatan mata, terutama dengan membatasi asupan gula, garam, lemak tidak sehat, dan karbohidrat olahan.
Kesehatan mata memiliki hubungan erat dengan kondisi pembuluh darah dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Pola makan yang kurang baik dapat meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan kardiovaskular yang pada akhirnya juga dapat berdampak pada mata.
Karena itu, selain memperbanyak makanan bernutrisi, penting untuk mengetahui jenis makanan dan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Dikutip dari WebMD, berikut beberapa jenis asupan yang perlu diperhatikan:
1. Minuman Tinggi Gula
Soda, minuman energi, dan minuman olahraga umumnya mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. Dalam satu porsi, kandungan gulanya bahkan dapat mencapai beberapa sendok teh.
Asupan gula yang terlalu banyak dapat menyebabkan kadar glukosa darah meningkat. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat merusak pembuluh darah kecil, termasuk yang terdapat di retina.
Risiko retinopati diabetik pun dapat meningkat pada orang dengan diabetes. Gangguan metabolisme juga dikaitkan dengan berbagai masalah mata lainnya, termasuk degenerasi makula terkait usia atau AMD.
2. Ikan dan Kerang dengan Kandungan Merkuri Tinggi
Ikan merupakan sumber protein dan nutrisi yang baik. Namun, jenis ikan tertentu dapat mengandung merkuri dalam jumlah lebih tinggi sehingga konsumsinya perlu diperhatikan.
Merkuri dapat terakumulasi dalam tubuh apabila seseorang terlalu sering mengonsumsi makanan laut yang terkontaminasi. Dalam paparan tinggi, zat tersebut dapat memengaruhi sistem saraf, termasuk saraf yang berperan dalam proses penglihatan.
Kelompok tertentu seperti anak-anak dan ibu hamil juga perlu lebih cermat dalam memilih jenis ikan yang dikonsumsi.
3. Alkohol
Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat memberikan dampak buruk terhadap berbagai organ tubuh, termasuk mata.
Salah satu mekanismenya berkaitan dengan peningkatan stres oksidatif yang dapat memengaruhi jaringan mata. Alkohol juga dikaitkan dengan kerusakan protein pada lensa mata.
Jika lensa mengalami perubahan dan menjadi keruh, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi katarak. Karena itu, membatasi konsumsi alkohol merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh dan mata.
4. Kopi dan Minuman Berkafein
Kafein yang terdapat dalam kopi dan teh dapat memengaruhi tekanan intraokular atau intraocular pressure (IOP).
Pada sebagian orang, terutama mereka yang memiliki glaukoma atau hipertensi okular, konsumsi kafein dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan tekanan di dalam mata meningkat sementara.
Meski demikian, respons setiap orang dapat berbeda. Bagi orang yang memiliki kondisi mata tertentu, jumlah konsumsi kafein sebaiknya didiskusikan dengan tenaga kesehatan.
5. Makanan yang Banyak Digoreng
Makanan yang digoreng, terutama produk yang menggunakan lemak trans, dapat berdampak buruk terhadap kesehatan pembuluh darah jika dikonsumsi berlebihan.
Lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL. Kondisi tersebut berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.
Gangguan pada pembuluh darah dan metabolisme juga dapat memengaruhi mata. Stres oksidatif yang meningkat berpotensi merusak sel dan dikaitkan dengan kondisi seperti AMD serta retinopati diabetik.
6. Roti Putih dan Pasta dari Karbohidrat Olahan
Tidak semua sumber karbohidrat memberikan efek yang sama bagi tubuh. Roti putih dan pasta yang dibuat dari karbohidrat olahan dapat dicerna lebih cepat sehingga menyebabkan kadar gula darah meningkat dalam waktu relatif singkat.
Lonjakan gula darah yang terjadi berulang dapat memengaruhi pembuluh darah dan kesehatan retina. Sejumlah penelitian juga mengaitkan pola konsumsi karbohidrat sederhana dengan peningkatan risiko degenerasi makula terkait usia.
Untuk pilihan sehari-hari, sumber karbohidrat kompleks seperti biji-bijian utuh dapat lebih diutamakan sebagai bagian dari pola makan seimbang.
7. Daging Olahan
Hot dog, bacon, daging deli, dan produk daging olahan lainnya umumnya mengandung natrium cukup tinggi.
Jika dikonsumsi berlebihan, asupan natrium dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah kecil di retina.
Kerusakan tersebut dikenal sebagai retinopati hipertensif dan dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Dalam kondisi yang berat atau tidak tertangani, gangguan penglihatan dapat berlangsung secara permanen.
Menjaga kesehatan mata bukan berarti harus menghilangkan seluruh makanan tersebut dari menu. Yang lebih penting adalah membatasi konsumsi makanan tinggi gula, garam, lemak tidak sehat, dan karbohidrat olahan, sekaligus memperbanyak makanan bergizi seperti sayuran, buah, sumber protein sehat, serta biji-bijian utuh.