
Jakarta – Buah dikenal sebagai salah satu sumber makanan sehat karena mengandung vitamin, mineral, dan serat. Namun, penderita diabetes tetap perlu memperhatikan jenis serta porsinya. Pasalnya, beberapa buah memiliki kandungan gula dan indeks glikemik yang relatif tinggi sehingga dapat membuat kadar gula darah meningkat lebih cepat.
Hal tersebut bukan berarti penderita diabetes harus menghindari buah. Pemilihan jenis buah menjadi hal penting agar asupan gula tetap terkendali dan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.
dr. Christian Dion Saelan atau dr. Dion melalui akun Instagram @dokterdioninternist menjelaskan bahwa terdapat sejumlah buah yang perlu dikonsumsi secara lebih bijak oleh penderita diabetes.
5 Buah yang Perlu Diperhatikan
Menurut dr. Dion, beberapa buah seperti durian, semangka, anggur, nangka, dan sawo dapat memberikan dampak cukup besar terhadap kadar gula darah.
“Contohnya, durian, semangka, anggur, nangka, dan sawo. Efeknya ke gula darah bisa sama kayak minum sirup manis. Fruktosa di buah memang alami, tapi tubuh penderita diabetes itu sering kesulitan memetabolisme gula dengan efisien,” jelas dokter spesialis penyakit dalam tersebut.
Kandungan fruktosa pada buah memang merupakan gula alami. Namun, penderita diabetes tetap perlu mempertimbangkan jumlah karbohidrat dan gula yang masuk ke tubuh karena kemampuan tubuh dalam mengatur kadar glukosa dapat terganggu.
Jika asupan gula terlalu banyak dan tidak diimbangi dengan pengelolaan yang tepat, kadar glukosa dapat tetap tinggi di dalam darah dan meningkatkan risiko komplikasi diabetes.
Pilih Buah dengan Serat Lebih Tinggi
Sebagai alternatif, dr. Dion menyarankan penderita diabetes memilih buah dengan indeks glikemik lebih rendah serta kandungan serat yang baik.
Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan antara lain apel, pir, jambu biji, dan buah-buahan beri.
“Jenis buah ini bantu menahan lonjakan gula darah dan kasih rasa kenyang lebih lama. Jadi ingat, yang bikin bahaya bukan cuma kue dan es krim, tapi buah yang salah juga bisa jadi bom gula darah tersembunyi,” ujarnya.
Serat menjadi salah satu komponen penting karena dapat membantu memperlambat proses penyerapan gula sehingga kenaikan kadar glukosa tidak berlangsung terlalu cepat.
Apel
Apel merupakan salah satu buah yang bisa menjadi pilihan. Buah ini mengandung pektin, yaitu jenis serat larut yang dapat membantu memperlambat penyerapan gula dalam sistem pencernaan.
Apel dapat dikonsumsi sebagai camilan maupun bagian dari menu sarapan. Agar kandungan seratnya lebih optimal, apel sebaiknya dimakan dalam kondisi utuh bersama kulitnya setelah dicuci dengan baik.
Stroberi
Buah beri seperti stroberi juga dapat menjadi alternatif bagi penderita diabetes. Stroberi mengandung serat dan vitamin C serta relatif rendah gula.
Indeks glikemik stroberi berada di kisaran 25-30 sehingga termasuk rendah. Buah ini bisa disantap langsung dalam kondisi segar maupun beku.
Untuk membuatnya lebih mengenyangkan, stroberi dapat dipadukan dengan yogurt atau keju cottage sesuai kebutuhan dan pola makan masing-masing.
Pir
Pilihan lainnya adalah pir yang memiliki indeks glikemik sekitar 30. Kandungan seratnya akan lebih banyak jika buah dikonsumsi bersama kulit setelah dicuci bersih.
Pir bisa dijadikan camilan di sela waktu makan. Sama seperti apel, kandungan seratnya membantu memberikan rasa kenyang sehingga dapat mendukung pengaturan asupan makanan.
Tetap Perhatikan Porsi
Meski beberapa buah memiliki indeks glikemik rendah, jumlah yang dikonsumsi tetap perlu diperhatikan. Makanan sehat sekalipun dapat memengaruhi kadar gula darah jika porsinya berlebihan.
Karena respons gula darah setiap orang dapat berbeda, penderita diabetes sebaiknya menyesuaikan pilihan buah dengan kondisi tubuh dan pola makan secara keseluruhan.
Jadi, buah tetap dapat menjadi bagian dari pola makan penderita diabetes. Kuncinya adalah memilih jenis yang sesuai, memperhatikan porsi, serta mengutamakan buah utuh yang kaya serat dibandingkan jus atau produk olahan dengan tambahan gula.