
Jakarta – Kecelakaan tragis terjadi di Afrika Selatan setelah sebuah bus yang mengangkut 78 penumpang mengalami kecelakaan hingga terbalik. Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia, termasuk sejumlah anak-anak.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis (2/7/2026) dini hari waktu setempat ketika bus sedang melakukan perjalanan dari Cape Town menuju Idutywa di Provinsi Eastern Cape.
Menurut keterangan Road Traffic Management Corporation (RTMC), bus diduga kehilangan kendali saat pengemudi berusaha menghindari tabrakan dengan sebuah kendaraan pengangkut barang. Manuver tersebut membuat kendaraan terguling di jalan.
“Diduga pengemudi mencoba menghindari kendaraan pengiriman sebelum akhirnya kehilangan kendali hingga bus terbalik,” demikian penjelasan RTMC dalam keterangannya.
Pihak kepolisian menyebut sebagian besar korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Dari total korban tewas, terdapat lima perempuan serta tiga anak-anak.
Sementara itu, sebanyak 43 penumpang dilaporkan tidak bersedia menjalani perawatan medis usai kecelakaan, meski pihak berwenang tidak menjelaskan alasan mereka menolak penanganan.
Hingga kini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Pemerintah Afrika Selatan juga kembali mengingatkan para pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan selama musim dingin. Kondisi cuaca seperti kabut tebal dan jarak pandang yang terbatas dinilai meningkatkan risiko kecelakaan di berbagai ruas jalan.
Selain kabut, asap dan visibilitas yang buruk turut membuat perjalanan menjadi lebih berbahaya pada periode ini.
Kecelakaan tersebut menjadi insiden bus mematikan kedua yang terjadi di Afrika Selatan dalam sepekan. Sebelumnya, sebuah bus yang mengangkut warga Malawi menuju perbatasan Beitbridge di Provinsi Limpopo juga mengalami kecelakaan hingga menewaskan sopirnya.
Data RTMC mencatat sepanjang 2025 terdapat 11.485 korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas di Afrika Selatan. Meski jumlah tersebut turun lebih dari lima persen dibanding tahun sebelumnya, angka fatalitas di jalan raya masih tergolong tinggi. Sebagian besar korban meninggal diketahui merupakan pejalan kaki, sementara faktor penyebab kecelakaan umumnya berkaitan dengan perilaku berkendara yang berisiko, kondisi kendaraan yang tidak layak, serta rendahnya kepatuhan menggunakan sabuk pengaman.