
Jakarta – Teknik braising dikenal mampu menghasilkan makanan dengan tekstur lembut dan cita rasa yang kaya. Metode ini banyak digunakan untuk mengolah daging atau sayuran dengan cara memasaknya secara perlahan bersama sedikit cairan.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan dari hidangan yang dibuat dengan teknik tersebut. Penggunaan garam, kecap asin, kecap ikan, maupun gula dalam jumlah berlebihan dapat membuat makanan menjadi tinggi natrium dan gula.
Jika terlalu sering dikonsumsi, pola makan seperti ini dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan, termasuk pada orang yang sudah memiliki gangguan ginjal atau penyakit kronis tertentu.
Dikutip dari VN Express, Dr. Nguyen Trong Hung dari Institut Gizi Nasional di Hanoi menjelaskan bahwa hidangan yang dimasak dengan teknik braising biasanya memiliki rasa lebih kuat karena bumbu dimasak bersama bahan makanan dalam waktu cukup lama.
1. Kandungan Garam Perlu Diperhatikan
Salah satu persoalan utama bukan terletak pada teknik braising, melainkan jumlah bumbu yang digunakan.
Garam, kecap ikan, dan kecap asin dapat meningkatkan kandungan natrium dalam makanan. Jika dikonsumsi terlalu banyak dan terlalu sering, asupan natrium yang tinggi dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.
Tekanan darah tinggi sendiri merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal dalam jangka panjang.
Karena itu, penggunaan bumbu asin sebaiknya disesuaikan dan tidak dilakukan secara berlebihan.
2. Ginjal Harus Mengatur Kelebihan Natrium
Ginjal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, termasuk membantu mengatur kadar natrium dalam tubuh.
Ketika asupan natrium terlalu tinggi, tubuh dapat menahan lebih banyak cairan. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah dan memberikan beban tambahan pada sistem kardiovaskular.
Risikonya menjadi lebih penting bagi orang yang sudah memiliki penyakit ginjal, hipertensi, diabetes, atau gangguan jantung.
3. Rasa yang Terlalu Gurih Bisa Membentuk Kebiasaan
Masakan braising biasanya dimasak cukup lama sehingga bumbu meresap ke dalam bahan makanan. Hasilnya adalah rasa yang kuat, gurih, dan kaya.
Masalahnya, orang yang terbiasa mengonsumsi makanan dengan rasa sangat asin dapat merasa makanan dengan sedikit garam menjadi kurang lezat.
Dr. Hung mengingatkan bahwa kebiasaan tersebut dapat membuat seseorang semakin sulit mengurangi konsumsi garam dalam kehidupan sehari-hari.
Padahal, membiasakan lidah dengan rasa yang lebih ringan merupakan salah satu cara sederhana untuk mengurangi asupan natrium.
4. Jangan Berlebihan Menambahkan Gula
Selain garam, gula juga perlu diperhatikan ketika membuat hidangan braising. Beberapa resep menggunakan gula untuk menghasilkan rasa manis sekaligus membantu memberikan warna dan cita rasa pada masakan.
Jika jumlahnya tidak dikontrol, asupan gula tambahan dapat meningkat.
Konsumsi gula berlebihan dalam pola makan secara keseluruhan dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko berbagai masalah metabolik.
Karena itu, gula sebaiknya digunakan secukupnya dan tidak menjadi bahan utama dalam masakan.
5. Pilih Bumbu yang Lebih Alami
Masakan braising tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Tidak perlu menghindari teknik memasaknya secara keseluruhan.
Untuk mengurangi penggunaan garam dan kecap asin, rasa makanan dapat diperkuat menggunakan bahan aromatik seperti bawang putih, bawang merah, jahe, serai, lada, atau rempah lainnya.
Penggunaan sayuran, rempah segar, dan bahan makanan berkualitas juga dapat membuat masakan tetap lezat meski jumlah garam dikurangi.
Apa Itu Teknik Braising?
Braising merupakan metode memasak yang menggabungkan proses memasak bahan pada suhu tinggi terlebih dahulu dengan pemasakan perlahan menggunakan sedikit cairan.
Biasanya, daging atau bahan makanan lain dipanaskan hingga permukaannya kecokelatan. Setelah itu, bahan dimasak menggunakan api kecil bersama kaldu, air, atau cairan lainnya.
Proses yang berlangsung cukup lama membuat bahan makanan yang bertekstur keras menjadi lebih empuk. Teknik ini juga memungkinkan bumbu meresap lebih dalam sehingga menghasilkan cita rasa yang kuat.
Jadi, Apakah Braising Merusak Ginjal?
Tidak tepat jika dikatakan teknik braising secara langsung merusak ginjal. Yang perlu diwaspadai adalah komposisi hidangannya, terutama jika terlalu tinggi natrium dan gula serta dikonsumsi terlalu sering.
Bagi orang dengan penyakit ginjal, hipertensi, diabetes, obesitas, atau penyakit jantung, pengaturan asupan garam dan gula menjadi semakin penting.
Dengan mengurangi bumbu asin, membatasi gula, memperbanyak rempah alami, serta menjaga variasi makanan, hidangan braising tetap bisa dinikmati sebagai bagian dari pola makan yang lebih seimbang.